SMK Negeri 1 Pangkalpinang Gagal SNMPTN
Oleh Dea Rahmadini
Saya sendiri disini memilih jurusan akuntansi karena orang tua saya menyarankan untuk mengambil jurusan ini. Walaupun pelajarannya susah karena harus menghitung setiap hari ditambah lagi tugas yang banyak membuat saya kewalahan. Tetapi dengan pembelajaran itu semua membuat saya semakin banyak menerima ilmu pengetahuan yang telah diajarkan oleh guru hebat saya di SMK Negeri 1 Pangkalpinang.
Tidak lama lagi saya akan menjadi alumni di sekolah ini. Saya berencana melanjutkan pendidikan saya ke perguruan tinggi. Sebenarnya saya termasuk siswa eligible jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Mendengar saya masuk kuota eligible senang rasanya, dimana jalur buat masuk ke perguruan tinggi hanya menggunakan nilai rapor dari semester 1-5. Orang tua saya menaruh harapan besar kepada saya buat lulus dan masuk ke perguruan tinggi.
Saya bersemangat sekali untuk mengikuti SNMPTN dimana saya memulai membuat akun Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) hingga memasukkan biodata diri ke website LTMPT.
Hingga suatu waktu, pada saat saya ingin memasukkan pilihan nama universitas beserta jurusan ternyata kami seluruh siswa tidak terdaftar pada jalur SNMPTN tersebut. Teman-teman saya mencoba melapor kejadian tersebut ke guru agar mendapat kejelasan mengenai masalah tersebut, tetapi guru hanya memberi jawaban dengan santai "berarti emang ga bisa ikut SNMPTN" sedih rasa nya mendengar kabar tersebut. Kami harus melewatkan kesempatan yang besar tersebut karena hanya kelalaian dari seorang guru. Kemudian guru mengumpulkan kami di perpustakaan dan mereka meminta maaf atas kejadian yang lalai dan sangat merugikan bagi para siswa.
Tentu kami sangat sedih karena tidak bisa mendaftar SNMPTN walaupun ada jalur lain yakni SBMPTN tetapi SBMPTN tidaklah mudah seperti yang kita bayangkan. Guru enak saja mengatakan kami tinggal ikut SBMPTN tanpa mereka tau kami harus belajar lebih giat karena waktu tinggal 2 bulan lagi dan SBMPTN kebanyakan menggunakan materi SMA bukan SMK. Justru itu kami harus belajar dari pertama agar dapat menguasai materi tersebut ditambah lagi kami juga harus fokus ke UKK yang akan dilaksanakan sebentar lagi. Bagaimana kami bisa membagikan waktu itu? sedangkan waktu yang tersisa tinggal sedikit. Ya, kami sebagai siswa akan terus berusaha sebaik mungkin agar dapat mengejar cita-cita kami.
Pihak sekolah hanya bisa meminta maaf atas kelalaian dan memberi solusi jika kami lulus SBMPTN pihak sekolah akan membayar uang pendaftaran SBMPTN. Bagaimana dengan yang tidak lulus? mau tidak mau yang tidak lulus mengikuti jalur mandiri dengan uang kuliah yang lumayan mahal dibandingkan dengan orang yang lulus lewat jalur SNMPTN dan SBMPTN. Kelalaian guru tersebut sangat merugikan bagi kami para siswa tetapi kami berusaha agar ikhlas dan lebih semangat dalam menghadapi SBMPTN nanti. Saya harap saya lulus dan bisa masuk ke perguruan tinggi yang saya impikan.
Komentar
Posting Komentar